Food Waste Masalah Klasik, Namun Seolah Terlupakan

MARCKO FERDIAN NANARIAIN - Senin, 17 Mei 2021 | 21:48 WIB

Food Waste Masalah Klasik, Namun Seolah Terlupakan

Secara gobal, sepertiga makanan yang dihasilkan terbuang percuma dalam rantai pasokan dari saat produksi sampai ke tangan konsumen. Isu ini bukan hanya dialami negara besar saja namun dalam The Future of Food and Agriculture (FAO, 2017) menyebutkan semua negara baik itu maju sampai negara berkembang mengalami hal yang sama. Sejalan dengan itu di Indonesia sendiri data The Econimist yang dikutip dari Kompas (13 Oktober 2020) menempatkan Indonesia pada posisi ke-dua setelah Arab Saudi, dimana untuk 1 orang penduduk menghasilkan sekitar 300 kg limbah makanan per tahun. Bayangkan dengan populasi penduduk Indonesia saat ini 270,20 juta jiwa (BPS, Sensus Penduduk 2020) berapa banyak makanan yang terbuang ?

Memang hampir-hampir mirip antara kehilangan dan limbah makanan, tetapi kalau diteliti lebih jauh ada beberapa pendapat menyebutkan bahwa kehilangan lebih kepada proses dari panen sampai pasca-nya sedangkan limbah dihubungkan dengan perilaku konsumen.

Terlepas dari pengertian tadi, pembaca tahu tidak jika kehilangan dan limbah tadi secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian baik itu petani, juga kita sebagai konsumen ? misalnya jika saat panen terjadi kehilangan hasil entah saat transportasi, ataupun saat proses pasca, padahal petani dalam aktivitasnya banyak saprodi yang harus dihandle dan terkadang biaya ekstra harus dikeluarkan. Selain itu jika terganggu pasokannya sudah tentu harga produk juga naik dan imbasnya pada konsumen yang juga harus mengeluarkan biaya ekstra.

Food Waste Masalah Klasik, Namun Seolah Terlupakan Food Waste Masalah Klasik, Namun Seolah Terlupakan

Food Waste Masalah Klasik, Namun Seolah Terlupakan