Pilihan Strategi Regenerasi Petani, Membudayakan Bertani Ataukah Membisniskan Pertanian?

Kadhung Prayoga - Jumat, 4 September 2020 | 23:29 WIB

Pilihan Strategi Regenerasi Petani, Membudayakan Bertani Ataukah Membisniskan Pertanian?

Secara sederhana, bahasa Inggris menerjemahkan pertanian sebagai agriculture. Dari sini, ada 2 hal utama yang perlu mendapat sorotan yaitu agri dan culture. 

Singkatnya, bertani adalah sebuah budaya yang pada gilirannya melahirkan suatu peradaban. Menjadi petani tidak sekedar pergi ke sawah pagi hari, pulang dengan hasil panen minim, dan terjerat dalam lingkar setan kemiskinan. 

Bertani lebih dari itu, yaitu proses menghormati Tuhan dengan mengolah alam sesuai dengan nilai yang dianut. Petani tidak lagi dimaknai sebagai sebuah pekerjaan semata, melainkan sebagai suatu identitas diri dan masyarakat. Sebagai elemen pembentuk kebudayaan, kegiatan pertanian diawali dengan proses berburu dan meramu.

Gagasan

Pilihan Strategi Regenerasi Petani, Membudayakan Bertani Ataukah Membisniskan Pertanian? Pilihan Strategi Regenerasi Petani, Membudayakan Bertani Ataukah Membisniskan Pertanian?

Pilihan Strategi Regenerasi Petani, Membudayakan Bertani Ataukah Membisniskan Pertanian?

Eko Enzim dan Hidroponik, Alternatif Tani Masa Kini dan Masa Depan

Eko Enzim dan Hidroponik, Alternatif Tani Masa Kini dan Masa Depan

Kesiapan Indonesia Menuju Pangan dan Pertanian Masa Depan

Kesiapan Indonesia Menuju Pangan dan Pertanian Masa Depan

Si Mungil Microgreens Penopang Pertanian Saat di Rumah Saja

Si Mungil Microgreens Penopang Pertanian Saat di Rumah Saja

Konsep Pintar Farming Berbasis Kearifan Lokal Suku Baduy Sebagai Penguatan Ketahanan Pangan

Konsep Pintar Farming Berbasis Kearifan Lokal Suku Baduy Sebagai Penguatan Ketahanan Pangan

Padu Padan Vertical Farming dan Kultur Jaringan

Padu Padan Vertical Farming dan Kultur Jaringan