Pertanian Sebagai Sistem Pertahanan Masa Depan dan Organisasi Regenerasi Petani

Gigih Pranandi - Jumat, 4 September 2020 | 23:24 WIB

Pertanian Sebagai Sistem Pertahanan Masa Depan dan Organisasi Regenerasi Petani

If you control the oil you control the country, if you control the gold you control  the world but if you control the food you control everything.

Statement di atas merupakan ungkapan Henry Kissinger mantan menteri luar negeri Amerika dan peraih nobel perdamaian 1973. Tentunya statement diatas bukan tanpa alasan, pangan merupakan aspek fundamental yang tidak bisa ditawar dalam siklus kehidupan. Seorang anak yang menangis karena keroncongan akan mendorong orang tua melakukkan apapun guna mendapat sesuap nasi bagi sang anak. Lantas bagaimana jika beras bahan baku nasi menjadi langka? Orangtua tersebut harus berkompetisi, berebut bahkan berduel untuk mendapatkanya. Situasi tersebut terjadi karena opurturnisme individu dalam mempertahankan hidupnya.

Problematika sesungguhnya tidak sesederhana kewajiban orangtua dalam memenuhi kebutuhan sang anak, masalah tersebut hanya bagian dari atom penyusun sebuah unsur masalah. Pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan mencakup hajat hidup seluruh umat manusia. Menurut data United States Cencus Bureau (USCB) populasi manusia pada 2020 mencapai 7,61 Milliar jiwa dan diperkirakan mencapai 8,5 milliar pada 2030, jumlah tersebut yang harus dipikirkan dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Terlebih, pandemi covid-19 yang terjadi semakin menambah keurgensian ketersediaan pangan guna menjaga dan meningkatkan imunitas masyarakat.

Pertanian Sebagai Sistem Pertahanan Masa Depan dan Organisasi Regenerasi Petani Pertanian Sebagai Sistem Pertahanan Masa Depan dan Organisasi Regenerasi Petani

Pertanian Sebagai Sistem Pertahanan Masa Depan dan Organisasi Regenerasi Petani