Teknologi Blockchain dan Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Indonesia

Radja Ahmad Nur Fikri - Minggu, 11 Oktober 2020 | 10:29 WIB

Teknologi Blockchain dan Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Indonesia

Para pembaca pasti sudah pernah mendengar istilah teknologi ‘blockchain’. Istilah teknologi blockchain memang semakin populer belakangan ini seiring dengan semakin berkembangnya digitalisasi yang dibawa oleh teknologi industry 4.0. Apa sebenarnya teknologi blokchain tersebut? Mungkinkah teknologi tersebut di terapkan di sektor pertanian di Indonesia? Jika ya, apa manfaat dari penerapan teknologi blockchain di sektor pertanian dan apa tantangan yang dihadapi dalam penerapan teknologi blockchain di sektor pertanian tersebut? Tulisan singkat ini akan mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

 

Blockchain dapat diumpamakan sebagai sebuah buku besar yang memuat data dalam bentuk block yang saling terkait satu sama lain. Setiap kali terdapat tambahan data baru (misal produk baru, pengiriman produk dan lain-lain), block baru akan terbentuk dan akan meningkatkan atau mempertebal buku besar tersebut. Buku besar tersebut tidak tersentralisasi atau disimpan di suatu tempat, tetapi tersebar di berbagai jaringan komputer atau node. Salinan buku besar tersebut akan digunakan ketika melakukan transaksi atau pertukaran data. Melalui sistem tersebut maka transaksi yang berbasiskan teknologi blockchain akan terdesentralisasi, anonim, persisten, dan mudah untuk di audit.

Teknologi Blockchain dan Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Indonesia Teknologi Blockchain dan Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Indonesia

Teknologi Blockchain dan Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Indonesia