Integrated Indoor Farming, Solusi Pertanian Masa Depan Indonesia

pakar Rosyid Amrulloh - Sabtu, 5 September 2020 | 00:32 WIB

Integrated Indoor Farming, Solusi Pertanian Masa Depan Indonesia

Sektor pertanian menjadi sektor andalan dan menjadi kontributor ketiga dalam Produk Domestik Bruto (PDB) bagi Indonesia. Bahkan, di masa pandemi ini sektor pertanian masih mengalami pertumbuhan 2.19 persen pada kuartal II tahun 2020. Bersumber dari Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ini ditopang dari subsektor tanaman pangan yang tumbuh 9.23 persen, hortikultura 6.11 persen, dan perkebunan 4.45 persen.

Sayangnya, sektor pertanian belum menjadi prioritas semua pihak sehingga potensi sektor pertanian di Indonesia belum maksimal dan belum optimal. Di samping itu, sektor pertanian di Indonesia juga dihadapkan dengan berbagai tantangan seperti krisis tanah, krisis air, krisis iklim, serangan hama dan penyakit serta tidak adanya regenerasi petani.

Tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian ini perlu mendapatkan solusi sehingga keberlanjutan pertanian di Indonesia dapat dipertahankan dan bahkan bisa menjadi sektor unggulan bagi perekonomian bangsa. Salah satu solusi alternatif bagi pertanian Indonesia adalah integrated indoor farming. Sejatinya, konsep indoor farming telah diterapkan di beberapa negara seperti Belanda, Jerman dan Jepang. Konsep indoor farming yang saat ini berkembang memanfaatkan teknologi hidroponik dan irigasi tetes di dalam ruangan. 

Gagasan

Integrated Indoor Farming, Solusi Pertanian Masa Depan Indonesia Integrated Indoor Farming, Solusi Pertanian Masa Depan Indonesia

Integrated Indoor Farming, Solusi Pertanian Masa Depan Indonesia