Regenerasi Petani Berbasis Smart Farming 4.0, Kunci Kemajuan Sektor Pertanian di Masa Depan

pakar Zainal C. Airlangga, S.Hum., M.I.P - Sabtu, 5 September 2020 | 00:29 WIB

Regenerasi Petani Berbasis Smart Farming 4.0, Kunci Kemajuan Sektor Pertanian di Masa Depan

Kementerian PPN/Bappenas dalam diskusi publik bertajuk “Potret Pembangunan Era Jokowi”, beberapa waktu lalu menyatakan bahwa bidang yang secara positif berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia adalah pertanian. Hal tersebut disamping karena berbagai upaya pengembangan pertanian, juga didukung sejumlah terobosan kebijakan dalam pengelolaan anggaran belanja yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. 

Sejalan dengan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pertanian mengalami kenaikan 12,66 persen (yoy) dengan nilai transaksi 0,28 miliar dolar AS. Total ekspor Indonesia secara kumulatif mencapai 53,95 miliar dolar AS, atau naik 0,44 persen (yoy). 

Pada periode Januari–April 2020, ekspor hasil pertanian juga mengalami kenaikan 15,15 persen, lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, kontribusi sektor pertanian di dalam PDB Indonesia, berada di antara 12–14 persen sejak 2014 hingga 2020. Sektor pertanian juga menjadi sektor terbesar kedua setelah industri pengolahan di dalam struktur PDB. Dari indikator-indikator tersebut, pertanian secara keseluruhan menyumbang 0,7% dari 5,05% pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan kedua 2019. Angka itu mengalami kenaikan 0,23 dari triwulan pertama 2019. 

Gagasan

Regenerasi Petani Berbasis Smart Farming 4.0, Kunci Kemajuan Sektor Pertanian di Masa Depan Regenerasi Petani Berbasis Smart Farming 4.0, Kunci Kemajuan Sektor Pertanian di Masa Depan

Regenerasi Petani Berbasis Smart Farming 4.0, Kunci Kemajuan Sektor Pertanian di Masa Depan