Mengajak Anak Muda Bertani Solusi Jangka Pendek atau Panjang?

Isnaini Rizky Putra - Kamis, 15 Juli 2021 | 09:13 WIB

Mengajak Anak Muda Bertani Solusi Jangka Pendek atau Panjang?

Saat ini sektor pertanian masih merupakan penyerap utama tenaga kerja muda di Indonesia, yakni 32 persen dari seluruh angkatan kerja muda yang bekerja, 53 persennya dari seluruh angkatan kerja muda perdesaan yang bekerja.

Kendati demikian, sektor pertanian merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja paling tinggi terdapat anggapan bahwa 'orang muda tak ingin bertani'. Bahkan masalah berkurangnya partisipasi orang muda di sektor pertanian sudah cukup lama menjadi perhatian.

Beberapa penelitian mengenai partisipasi orang muda terutama di perdesaan pada sektor pertanian sudah dilakukan setidaknya selama tiga dekade terakhir. Alasan orang muda tidak lagi tertarik/memilih kerja sektor pertanian, menurut White (2012) bisa terjadi karena banyak faktor, diantaranya yakni sistem pendidikan yang menanamkan ide bahwa bertani itu bukan profesi yang menarik, pengabaian kronis dari pemerintah terhadap pertanian skala kecil dan infrastruktur perdesaan di banyak wilayah dan terbatasnya akses orang muda terhadap lahan yang disebabkan oleh pencaplokan lahan pertanian oleh korporasi, konsentrasi kepemilikan tanah melalui proses diferensiasi, dan atau orang petani tua yang belum mau mengalokasikan tanah untuk dikelola oleh orang muda.

Mengajak Anak Muda Bertani Solusi Jangka Pendek atau Panjang? Mengajak Anak Muda Bertani Solusi Jangka Pendek atau Panjang?

Mengajak Anak Muda Bertani Solusi Jangka Pendek atau Panjang?