Sudah Tepatkah Ungkapan Yang Muda Yang Bertani?

Rashif Usman - Kamis, 15 Juli 2021 | 06:09 WIB

Sudah Tepatkah Ungkapan Yang Muda Yang Bertani?

Sebuah ungkapan "Yang Muda Yang Bertani" sangat  tepat untuk menggambarkan migrasi generasi muda ke bidang pertanian. Migrasi ini menggambarkan sisi positif dari pembangunan pertanian yang tumbuh.

Di negara agraris seperti Indonesia, pembangunan pertanian memang dianggap vital. Ada tiga lakon dalam dunia pertanian, yakni petani, pelaku usaha dan aparatur.  Sadar akan keadaan pertanian Indonesia yang belum baik, pemerintah kini telah dalam tahap pembangunan. Guna mendukung pembangungan pertanian, tenaga muda pertanian merupakan hal pertama yang harus dibenahi.

Akulturasi pertanian sebagai prospek wirausaha harus dikembangkan, sebab petani tua dengan rata-rata usia sepuh lebih menganggap bertani hanya untuk menenangkan jiwa. Mereka menjadikan bertani sebagai kerja sampingan bukan yang utama. Padahal dengan sedikit modifikasi teknologi pertanian seperti mina padi misalnya, petani dapat menambah pengasilannya. Orientasi petani juga perlu diubah tak hanya pada produktivitas namun juga pada agribisnis hilir agar kesejahteraan lebih terjamin.

Sinergi SDM yang berperan dalam proses adopsi teknologi  dan inovasi mutlak diperlukan dalam setiap tahapan. Penelti sebagai yang punya teknologi wajib menciptakan inovasi yang ramah petani sekaligus mampu memberikan pengetahuan baru.

Jika kunci dari sebuah perubahan adalah sumber daya, maka segala kebijakan dan program yang dikeluarkan harus memperlihatkan hasil yang maksimal. Pembangunan pertanian sejatinya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pangan, dimana akan lebih baik dikelola oleh generasi muda yang yang lebih peka dengan teknologi.

Peningkatan kesejahteraan petani juga akan baik jika transfer pertanian modern dari penyuluh pertanian berhasil. Peningkatan produktivitas harus ditekankan agar swasembada bisa tercapai.

Usaha optimal dan komitmen pembangunan pertanian dari pemerintah selalu dinanti. Adanya berbagai penelitian yang dilakukan diharapkan menghasilkan teknologi yang menyelesaikan berbagai masalah petani. Perbanyakan tenaga penyuluh muda juga diperlukan. Serta merta angapan pertanian bukan bidang yang prospek harus ditepis, karena tak dapat dipungkiri kurangnya minat generasi muda akan pertanian dikarenakan tidak adanya jaminan. Tak lupa pilar-pilar peningkatan kualitas SDM pertanian juga perlu dilakukan.

Sudah Tepatkah Ungkapan Yang Muda Yang Bertani? Sudah Tepatkah Ungkapan Yang Muda Yang Bertani?

Sudah Tepatkah Ungkapan Yang Muda Yang Bertani?