Sepotong Potret Konsumsi Daging Kambing

JUNAEDI - Senin, 5 Juli 2021 | 08:27 WIB

Sepotong Potret Konsumsi Daging Kambing

SELAIN daging sapi dan kerbau, daging kambing (juga domba) adalah produk peternakan yang populer dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Apatah lagi menjelang Idul Adha seperti saat ini. Tidak saja soal ekonomi produksinya tetapi juga terkait dengan pola pangan masyarakat yang mengonsumsi daging kambing. Namun demikian, secara persentase, porsi daging kambing sebagai sumber protein hewani dari kelompok daging masih kalah dari daging ayam dan daging sapi. Sementara secara kuantitas, tingkat konsumsi daging kambing (juga domba) sampai 2019 menurut data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mencapai rerata 0,44 kilogram/kapita/tahun. Angka ini kurang dari setengah konsumsi masyarakat Malaysia yang mencapai 1,27  kilogram/tahun/kapita. 

Angka OECD tersebut tentu berbeda dengan angka hasil Susenas BPS yang mencapai 0,052 kg/tahun/kapita pada 2017. Demikian juga dengan tingkat partisipasi konsumsinya yang tak lebih dari 1 persen. Pun demikian, data susenas juga menampilkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat konsumsi masyarakat di desa maupun di kota, termasuk juga antar golongan masyarakat yang berbeda pendapatannya. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen daging kambing adalah konsumen yang ‘loyal’, tersegmentasi atau segmentasinya ‘khusus’, dan bisa saja mereka tidak mempunyai stigma negatif terhadap daging kambing.

Namun demikian, terlepas dari perbedaan angka tersebut, yang perlu digarisbawahi bahwa tingkat konsumsi daging kambing di Indonesia secara umum masih rendah dengan kuantitas yang relatif tidak berubah dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan karena setidaknya oleh dua hal yaitu: pertama, daging kambing bukanlah bahan makanan dari ternak sekelas dengan daging sapi dan daging ayam karena daging kambing lebih banyak dikonsumsi sebagai ‘makanan penghibur’ terutama bagi kalangan muda dan orang dewasa. Banyak orang mengonsumsi daging kambing karena tergiur dengan taburan ‘bumbu-bumbu’ mitos yang berkembang misalnya terkait dengan upaya mendongkrak stamina dan libido atau gairah seksual. 

Sepotong Potret Konsumsi Daging Kambing Sepotong Potret Konsumsi Daging Kambing

Sepotong Potret Konsumsi Daging Kambing